January 28, 2021 By gzero.info 0

Aqiqah Anak Wanita yang Cocok dengan Syarat Syariat Islam

Ketentuan serta syarat aqiqah anak wanita yang cocok dengan syariat Islam mesti dikenal oleh warga muslim. Spesialnya calon Bapak serta Ibu yang sebentar lagi mempunyai balita berjenis kelamin wanita, sehabis mengecek di USG.

Dengan memiliki ilmu ketentuan legal akikah anak wanita hingga InsyaAllah aqiqah yang dilaksanakan hendak jadi berkah.

Tulisan kali ini berupaya membahas secara rinci tentang ketentuan serta syarat aqiqah anak wanita. Dengan begitu Bapak serta Ibu dapat peruntukan salah satu rujukan kala hendak mengaqiqahkan balita perempuannya.

Sejarah Aqiqah serta Peran Anak wanita di Era Jahiliyyah paket aqiqah

Saat sebelum mangulas tentang hukum, ketentuan serta ketetentuan aqiqah anak wanita. Tidak terdapat salahnya mengenali tentang peran wanita pada era Jahiliyyah.

Wanita amat direndahkan apalagi tidak berharga saat sebelum datangnya Islam di tanah Arab. Dikala itu, apabila terdapat keluarga yang melahirkan anak berjenis kelamin wanita, hingga keluarga hendak merasa malu sebab wajib menanggung aib.

Makanya, tidak heran masing- masing balita wanita dibunuh buat melenyapkan aib.

Perihal ini diabadikan dalam ayat Al- Quran An Nahl: 58.

وَإِذَابُشِّرَأَحَدُهُمبِٱلْأُنثَىٰظَلَّوَجْهُهُۥمُسْوَدًّاوَهُوَكَظِيمٌ

Serta bila seseorang dari mereka dikabari dengan( lahirnya) anak wanita, hitammerahlah

wajahnya, kemudian ia sangat marah.

Sangat seram akhlak manusia jahiliyah. Kehadiran Islam membagikan revisi akhlak manusia. Wanita diberi peran mulia yang cocok dengan kodratnya, salah satunya ialah kala balita perempuan

diaqiqahkan.

Apabila di masa pra Islam, seorang malu sebab melahirkan anak wanita, kebalikannya dalam Agama Islam, kelahiran anak wanita mesti disyukuri ialah dengan

menyembelih hewan ternak.

Baik jantan ataupun betina, keduanya boleh. Ikuti uraian di dasar ini

Aqiqah Anak Wanita, Jantan ataupun Betina? Berapa Jumlahnya?

Buat anak wanita lumayan seekor hewan ternak saja serta boleh jantan ataupun betina. Komentar ini ditumpukan pada hadits imam An Nasai, yang bunyinya:

Hadits Imam Nasai no 4146

أَخْبَرَنَاقُتَيْبَةُقَالَحَدَّثَنَاسُفْيَانُعَنْعُبَيْدِاللَّهِوَهُوَابْنُأَبِييَزِيدَعَنْسِبَاعِبْنِثَابِتٍعَنْأُمِّكُرْزٍقَالَتْأَتَيْتُالنَّبِيَّصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَبِالْحُدَيْبِيَةِأَسْأَلُهُعَنْلُحُومِالْهَدْيِفَسَمِعْتُهُيَقُولُعَلَىالْغُلَامِشَاتَانِوَعَلَىالْجَارِيَةِشَاةٌلَايَضُرُّكُمْذُكْرَانًاكُنَّأَمْإِنَاثًا

Untuk anak pria 2 ekor hewan( domba/ kambing) serta buat balita wanita satu saja( domba/ kambing), juga tidak jadi permasalahan hewan tersebut jantan ataupun betina.[HR. Nasai Nomor. 4146].

Hadits Imam Nasai no 4147

أَخْبَرَنَاعَمْرُوبْنُعَلِيٍّقَالَحَدَّثَنَايَحْيَىقَالَحَدَّثَنَاابْنُجُرَيْجٍقَالَحَدَّثَنِيعُبَيْدُاللَّهِبْنُأَبِييَزِيدَعَنْسِبَاعِبْنِثَابِتٍعَنْأُمِّكُرْزٍأَنَّرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَقَالَعَنْالْغُلَامِشَاتَانِوَعَنْالْجَارِيَةِشَاةٌلَايَضُرُّكُمْذُكْرَانًاكُنَّأَمْإِنَاثًا

Buat anak pria 2 kambing& buat anak perempuan satu kambing, tidak permasalahan atas kamu apakah kambing tersebut jantan ataupun betina.[HR. Nasai Nomor. 4147].

Hadits Imam Nasai no 4148

أَخْبَرَنَاأَحْمَدُبْنُحَفْصِبْنِعَبْدِاللَّهِقَالَحَدَّثَنِيأَبِيقَالَحَدَّثَنِيإِبْرَاهِيمُهُوَابْنُطَهْمَانَعَنْالْحَجَّاجِبْنِالْحَجَّاجِعَنْقَتَادَةَعَنْعِكْرِمَةَعَنْابْنِعَبَّاسٍقَالَعَقَّرَسُولُاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَعَنْالْحَسَنِوَالْحُسَيْنِرَضِيَاللَّهُعَنْهُمَابِكَبْشَيْنِكَبْشَيْنِ

Rasulullah melaksanakan aqiqah buat Angkatan laut(AL) Hasan& Angkatan laut(AL) Husain Radhiyallahu’ anhuma dgn 2 ekor kambing 2 ekor kambing.[HR. Nasai Nomor. 4148].

Dalil disyari’ atkannya aqiqah merupakan hadis nabi s. a. w., antara lain:

عنعَائِشَةَأَنَّرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَأَمَرَهُمْعَنْالْغُلَامِشَاتَانِمُكَافِئَتَانِوَعَنْالْجَارِيَةِ

شَاةٌ(رواهالترمذيوصححه

“ Dari syahihad Aisyah r. a., sangat rasulullah s. a. w. memerintahkan kepada para teman buat mengaqiqahkan anak laki- lakinya dengan 2 kambing/ domba yang besar serta anak wanita satu kambing/ domba” hadis ini shahih menurut

Baca Juga : 7 Policy Brief FISIP UI Buat Satgas Penindakan Covid- 19

Imam al- Tirmidzi.

Dalam Hadist diatas menerangkan kalau anak wanita legal diaqiqahi dengan menyembelih seekor kambing ataupun domba saja. Kebalikannya, buat anak pria sangat diajarkan buat menyembelih 2 ekor kambing apabila hendak diaqiqahkan.

Hari Penerapan Aqiqah Anak Balita Perempuan

Waktu ataupun hari penerapan aqiqah buat anak wanita sesungguhnya sama saja dengan anak pria, ialah apabila balita tersebut berumur 7 hari, 14 hari, 21 hari serta seterusnya.

Waktu Pelaksaan aqiqah ini berdasar hadits yang diriwayatkan imam Angkatan laut(AL) Baihaqy, yang bunyinya:

Para ulama’ lebih menggemari bila akikah buat anak pria ataupun wanita dilaksanakan pada hari ke 7. Bila orang tua ataupun yang menanggung nafkah sang balita belum memliki keahlian melakukan aqiqah pada hari ke 7, hingga pada aqiqah dilaksanakan pada hari ke 4 belas, serta bila belum ada hingga pada hari ke 2 puluh satu. Perihal tersebut didasarkan pada dalil hadist yang di riaywatkan angkatan laut(AL) Baihaqi semacam berikut:

عنبريدةأنالنبيصلىاللهعليهوسلمقال:العقيقةتذبحلسبعأولأربععشرأولإحدىوعشرين.أخرجهالبيهقي

Dari Buraidah, Rasulullah bersabda:“ Penerapan penyembelihan dalam aqiqah ialah hari ketujuh ataupun hari ke 4 belas ataupun keduapuluh satu”.( riwayatkan angkatan laut(AL) Baihaqi).

Imam Albani berkata kalau hadist ini dinilai shahih sebab dhahirnya sanadnya.

Tipe Hewan buat Syukuran Aqiqah Anak Perempuan

Para ulama bersepakat kalau hewan yang boleh dijadikan bagaikan sembelihan cumalah domba serta kambing. Buat fauna yang lain, tidak hanya kambing belum ditemui dalil yang lumayan kokoh ataupun shahih.

Ada pula tipe kelamin kambing/ domba boleh jantan ataupun betina. Perihal ini merujuk hadist imam An Nasai serta imam Abu Daud.

Ummu Kurz AI- Ka’ biyah bertanya pada Nabi Muhammad SAW menimpa aqiqah. Setelah itu, Rasulullah juga bersabda:

عَنْالْغُلَامِشَاتَانِوَعَنْالْجَارِيَةِشَاةٌلَايَضُرُّكُمْذُكْرَانًاكُنَّأَمْإِنَاثًا

“ Anak pria hendaklah diaqiqahi dengan 2 kambing, sebaliknya anak wanita dengan 1 kambing. Tidak apa- apa memilah yang jantan ataupun betina dari kambing tersebut.”( HR. Abu Daud nomor. 2835 serta An Nasai nomor. 4222. Imam Angkatan laut(AL) Hafizh Abu Thohir berkata kalau hadits ini perannya hasan).

Membagikannya Daging Aqiqah Mentah ataupun Matang?

Daging aqiqah sangat diajarkan dibagikan pada orang lain, baik karib saudara, anak yatim ataupun fakir miskin. Seperti itu salah satu anjuran pembagian daging aqiqah yang benar.

Ada pula keadaannya mentah maupun matang? Sebagian ulama berpandangan, memberikan daging aqiqah yang matang serta telah dimasak malah lebih utama sebab meringankan sang penerima, dia tidak butuh repot memasaknya.

Coba perhatikan pemikiran Ibnu Qayyim ini:

Ibnu Al- Qayyim mengatakan:“ Memberikan daging aqiqah dalam kondisi matang malah lebih baik, sebab dengan memasaknya berarti dia sudah menanggung bayaran memasak, spesialnya untuk orang miskin serta para orang sebelah.

Perihal ini merupakan fadhilah tertentu ialah berbuat kebaikan dalam mensyukuri nikmat ini( kelahiran anak). Hingga para orang sebelah serta orang- orang miskin dapat menikmatinya( masakan) dengan tenang tanpa memikirkan metode memasaknya.

Ditambah lagi, siapa yang diberi daging matang yang siap buat dimakan hingga kebahagiaan serta kegembiraan orang tersebut meningkat sempurna, dibandingkan kala menerima daging mentah yang butuh bayaran serta tenaga buat memasaknya”.